Proyek Bansos Untuk Pembangunan 43 Ruang Perpustakaan Diduga Sarat Permainan Tim Teknis



 
Proyek Bansos dana APBNP yang didapat oleh Kabupaten Padangpariaman melalui link sector Dinas Pendidikan berupa pembangunan ruang perpustakaan sebanyak 43 SD yang tersebar diseluruh Kabupaten Padangpariaman, yang dikelola langsung oleh kepala sekolah sebagai pelaksana-dimana dalam pelaksanaan bansos tersebut sebagai tim perencana dan pengawas atau lebih tepatnya disebut sebagai tim teknis di percayakan kepada Wendi.

Diduga, dalam penyelenggaraan sebagian besar proyek tersebut sarat akan permainan yang diatur oleh Wendi sebagai tim teknis, dimana terlihat kecondongan sebentuk interferensi (campur tangan) Wendi terhadap kepala sekolah, dugaan yang tampak mengarah-jelas-sekali Wendi sudah melakukan pelanggaran terhadap Perpres No 70 tahun 2012. Wendi terindikasi keluar dari koridornya merujuk kepada panduan pelaksanaan bantuan sosial rehabilitasi sekolah tahun 2012.

Bantuan sosial untuk pembangunan ruang perpustakaan sebanyak 43 sekolah di sejumlah SD dikabupaten Padangpariaman ini sejatinya Wendi mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan persiapan dan pelaksanaan kegiatan agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan teknis.

Namun, sejauh pantauan yang didapat dari hasil klarifikasi dari sebagian kepala sekolah yang telah ditemui dilapangan, menjawab hal yang serupa, kepala sekolah menuding Wendi sebagai tim teknis seolah merangkap sebagai pelaksana bansos, diantara yang diucapkan oleh beberapa kepala sekolah tersebut menyebutkan perihal pengadaan rangka baja ringan yang digunakan dalam RAB diduga diambil alih oleh Wendi. “untuk pengadaan baja ringan pada pembangunan ruang perpustakaan ini dikelola oleh Wendi,” tutur beberapa kepala sekolah yang berhasil dimintai keterangannya.

Sejauh ini, Wendi yang sepertinya enggan dimintai keterangannya, seolah lari dari pertanyaan wartawan, Wendi yang telah beberapa kali dihubungi via seluller hanya membalas singkat pertanyaan wartawan melalui sms yang dilayangkannya, “bukan saya yang memasok baja ringan,” ucap Wendi mengelak, silahkan bapak klarifikasi ke dinas. Lanjut Wendi yang ditulis melalui pesan singkatnya.

Diketahui pagudana yang tersedia untuk pembangunan 43 ruang perpustakaan tersebut dihargai  anggarannya satu ruang perpustakaan tersebut bernilai Rp 99 juta.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padangpariaman, Mulyadi yang ditemui Rabu (27/2) diruangannya. Mengatakan, bahwa hak prerogatif kepala sekolah sebagai pelaksana untuk memudahkan pekerjaannya dalam pembangunan proyek bansos merupakan hal yang relative, “kepala sekolah sebagai pelaksana punya hak prerogatif dalam mengelola proyek bansos termasuk pengadaan rangka baja ringan, kepala sekolah berhak untuk menunjuk siapa saja agar memudahkan pekerjaannya sesuai dengan mekanisme yang ada,” ucap Mulyadi.

Namun sebaliknya yang tampak disini. Dugaan interferensi Wendi sarat akan permainan yang ingin mengambil keuntungan pribadi bukanlah berdasarkan hak prerogatif kepala sekolah, sejatinya sebagian besar 43 sekolah tersebut, Wendi sebagai tim teknis diduga berupaya hanya mencari keuntungan pribadi dengan memanipulasi mekanisme yang ada, pasalnya, dari sebagian kepala sekolah yang telah ditemui mengatakan bahwa kepala sekolah tersebut menuding Wendi seakan-akan merangkap sebagai pelaksana diduga berupaya melakukan interferensi.

Adapun dugaan lain, menurut kontributor wartawan dilapangan menyebutkan, bahwa type rangka baja ringan yang diadakan oleh Wendi merupakan produk SNI termurah jika dibandingkan dengan pengadaan rangka baja ringan disejumlah proyek yang ada di Kab. Padangpariaman, dikhawatirkan tingkat ketahanan baja ringan tersebut tidak akan bertahan lama, yang berdampak melakukan pemborosan untuk dana anggaran tahun berikutnya.

HTML Hit Counter



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROYEK ABAL-ABAL WINRIP PP-STATIKA CONSORTIUM, TAK SESUAI

Melirik Proyek Bangkai SPAM Pendamping IKK Hongaria PT. Citra Karya Indo Raya di Pessel dan Pariaman

“Proyek Siluman” PT Nasiotama Karya Bersama Dinilai Hanya Habiskan Uang Negara